Penayangan bulan lalu

Minggu, 15 Januari 2012

struktur dan karakteristik pasar

1.      Struktur Dan Karakteristik Pasar
Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya. Dibagi kedalam beberapa bagian yaitu:
a.      Pasar persaingan sempurna: Jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang banyak dan produk yang dijual bersifat homogen.
b.      Pasar persaingan tidak sempurna yang terdiri atas:
·         Pasar monopoli: Hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.
·         Pasar oligopoli: Pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
·         Pasar duopoli: Memiliki karakteristik yang sama dengan oligopoli, namun pada Pasar duopoli hanya ada dua perusahaan.
Pasar persaingan monopolistik Bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Pasar monopsoni Jenis pasar dimana hanya ada satu pembeli.
Pasar oligopsoni adalah bentuk pasar dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak perusahaan yang bertindak sebagai konsumen.

2.       Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
Beberapa karakteristik agar sebuh pasar dapat dikatakan persaingan sempurna:
Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product)
Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan / informasi sempurna (perfect knowledge) Output sebuah perusahaan relative kecil dibanding output pasar (small relatively output) Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker) Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

a.  Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
b. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual.
c. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)
Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata – rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relative kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
d. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
e. Keleluasaan Masuk – Kelur Pasar (Free Entry and Exit)
Dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan factor produksi.

3.      Permintaan dan Penawaran Dalam Pasar Persaingan Sempurna
a. Permintaan
http://1.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBONNe_61oI/AAAAAAAAAMI/qX4CtrHmZow/s320/slide0002_image001.jpg
Diagram 8.1.a Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran.
Diagram 8.1.b Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah.
b. Penerimaan
http://3.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBOJ5fs4NpI/AAAAAAAAALQ/lB4ri27FAy8/s320/slide0002_image003.jpg
Diagram 8.2.a Kurva permintaan (D) sama dengan kurva penarimaan rata – rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P) Diagram 8.2.b Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0).

4.  Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek
Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi, paling tidak, bila biaya variable (VC) adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabel rata – rata (AVC) sama dengan harga.

 Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss).

http://4.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBOJ5Nqid2I/AAAAAAAAALI/z1ibx_rz42s/s320/slide0002_image001.jpg
Diagram 8.3 menunjukkan bahwa kondisi MR = MC (titik E) tercapai pada saat output sejumlah Q*


http://2.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBOJ6BRo4rI/AAAAAAAAALg/CGiFKbc67yQ/s320/slide0003_image007.jpg
Diagram 8.4 Kondisi impas terjadi bila biaya rata – rata sama dengan harga, dimana laba per unit sama dengan nol


http://2.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBONNy_tmjI/AAAAAAAAAMY/nr7eeOoT7r4/s320/slide0026_image009.jpg

Diagram 8.5 Menunjukkan bahwa pada saat MR = MC perusahaan mengalami kerugian sebesar BE per unit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum.



5. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang
ü  Perusahaan harus bekaerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.
ü  Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat mengganti barang modal yang digunakan dalam produksi.
ü  Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk – keluar karena laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama.
ü  Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC = LAC.



http://1.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBONOqyBlQI/AAAAAAAAAMo/uUY7n1y0HEA/s320/slide0050_image011.jpg


Diagram 8.6.a Menunjukkan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E di mana tingkat harga P0 dan jumlah output Q0.
Diagram 8.6.b Jika ada perusahaan yang masuk, akan terjadi penambahan penawaran. Perhatikan kurva SMC, LMC, SAC dan LMC berpotongan di satu titik, yaitu titik E.



6.      Penawaran Perusahaan Pasar Persaingan Sempurna
a. Kurva Penawaran Jangka Pendek



http://1.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBOOkROWeiI/AAAAAAAAAMw/qhCxIEQMM64/s320/slide0050_image013.jpg

Diagram 8.7.a Menunjukkan jika harga di bawah P0, perusahaan tidak mau berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya variable per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC)
Diagram 8.7.b Dalam pasar persaingan sempurna kurva MC setelah melewati titik potong dengan minimum kurva AVC adalah juga kurva penawaran jangka pendek.



b Kurva Penawaran Jangka Panjang
1. Industri Skala Biaya Konstan (Constant Cost Industry)



http://3.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBOOlZRQs1I/AAAAAAAAAM4/jfAWjQF8vwU/s320/slide0051_image015.jpg



Penambahan penggunaan factor produksi karena masuknya perusahaan baru, tidak
akan menaikkan harga factor produksi Diagram 8.8.a.
Diagram 8.8.b Bila permintaan pasar meningkat (kurva permintaan D1 bergeser ke D2), harga output meningkat ke P2



2. Industry Skala Biaya Menaik (Increasing Cost Industry)
Masuknya perusahaan – perusahaan baru menyebabkan harga factor produksi naik, sehingga terjadi perubahan stuktur biaya dan pergeseran titik keseimbangan.



http://4.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBOOl4qTz2I/AAAAAAAAANA/5uO7JVgEs4E/s320/slide0051_image017.jpg

Diagram 8.9.a Struktur biaya sebelum masuknya perusahaan lain.
Diagram 8.9.b Struktur biaya setelah masuknya perusahaan lain.
Diagram 8.9.c Menunjukkan peningkatan permintaan (D1 – D2).



3. Industri Skala Biaya Menurun (Decreasing Cost Industry)



http://1.bp.blogspot.com/_xMxiLEYJ0ug/TBONORvCPCI/AAAAAAAAAMg/Oexodz-OVBo/s320/slide0028_image019.jpg

Masuknya perusahaan – perusahaan lain ke dalam indistri justru menurunkan harga factor produksi karena efisiensi skala besar (large scale economies). Akibatnya struktur biaya jadi lebih murah (Diagram 8.10.a ke Diagram 8.10.b).
Diagram 8.10.c Meningkatnya permintaan (D1—D2) menaikkan harga jual ke P2 yang mengundang masuknya perusahaan lain.



7. Kekuatan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna


a. Kekuatan
1. Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah
2. Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal  
(kemakmuran maksimal).
3. Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga.


b. Kelemahan
1. Kelemahan Dalam Hal Konsumsi
2. Kelemahan Dalam Pengembangan Teknologi
3. Konflik Efisiensi - Keadilan



1 komentar: